Wednesday, April 23, 2014

loverevolution1

"aku mau putus”

Gila! Ini Jumat cerah banget! Libur kuliah! Dan aku harus diputusin sama cowok yang 9 bulan udah berbagi suka dan duka bareng aku gitu aja? lewat telepon pula?, batinku. Seperti pasangan yang lain, air mata menetes.... seharian.

----------

Back to college!

Aku, Najwa, anak kuliahan yang akan memasuki perkuliahan semester 3. Baru diputusin seorang cowok lembek yang aku baru sadar kalau dia lembek setelah putus! Oh God. Am i drunk when i am with him, heh?

Aku enggak tahu kenapa secepat ini bisa move on dari dia. Aku tetap seperti perempuan-perempuan di luar sana yang menangis saat sakit hati. Tapi hanya sebentar, setelah itu? like Najwa with/out him. Kalau kata genk OT, aku enggak punya perasaan. Kalau kata genk alim, aku perempuan kuat. Entah mana yang benar. Mungkin keduanya benar.

Janjian ketemuan di kampus buat registrasi bareng Upik, salah satu anggota genk OT. Genk OT karena kita kumpulan orang-orang yang omong tok, dan salah satu anggota karena, termasuk aku, kita berjumlah 8 orang. Iya, 8 orang yang cuma omong doang ketika berhadapan dengan cowok.

Registrasi selesai dan sekarang menuju kos (Upik) tercinta. Keluar dari gedung admisitrasi, enggak sengaja ketemu sama mantan. What an emboh day! Embohnya lagi, dia, dengan percaya dirinya, ngasih aku sebungkus oleh-oleh yang ceritanya couple-an sama dia. Apa perlu aku ingetin kalau sebulan yang lalu, dia MINTA PUTUS tanpa aku tahu alasannya, meskipun sudah ditanya berulang-ulang, tetap dia enggak ngaku, dan dia nangis setelah mutusin ._. PERLU ENGGAK SIH? HEH?!

“buat pacarmu selanjutnya aja”, kataku kalem.

Perjalanan, aku misuh-misuh ke Upik dan dia cuma bisa ketawa. Ketawa karena temannya yang super cuek bisa pacaran sama cowok macam begitu itu. Upik tanya kenapa aku dan Raka bisa putus. Aku sudah bilang berkali-kali sama dia kalau aku enggak tahu, tapi dia tetap ngotot, bahkan memberiku ide yang akhirnya aku setujui, ngajak Raka bicara 4 mata.

----------

“aku juga enggak tahu kenapa kemarin isa minta putus sama kamu”, kata Raka waktu aku ajak dia bicara tentang percintaan kita yang tiba-tiba harus dihentikan. Dicatat ya. Aku. Mengajak. Dia. Bicara.

Rasanya pengen nampar cowok yang sekarang lagi duduk di depanku ini. Tapi kekuatan pengen ketawa lebih besar. Ngetawain diri sendiri yang sudah dengan lugunya (atau bodoh kadang beda tipits) terjebak dalam kisah kasih ini.

Hari itu aku semakin tahu cowok macam apa yang selama 9 bulan ini bersamaku.

Terserah kali ini sungguh aku tak kan peduli.. 
ku tak sanggup lagi jalani cinta denganmu.. 
Glenn Fredly - terserah

Sunday, April 20, 2014

the best day in this month

mas duta.. mas erros.. mas adam.. mas brian.. u know them lah ❤