Sunday, June 29, 2014

loverevolution4

Aku dan Prisia paling semangat kalau hari Selasa, karena hari itu, kita bisa lihat Adit dan Vano.
Dosen sudah masuk kelas dan semua mahasiswa sudah ada ditempat duduk masing-masing. Tiba-tiba ada satu mahasiswi terlambat, enggak kebagian tempat duduk. Aku lihat Adit keluar dari bangkunya, memberikan bangkunya ke mahasiswi terlambat itu, dia keluar kelas, ambil kursi lagi, dan duduk..  Posisi duduk dia yang di tengah, diantara mahasiswa lain, yang cukup ribet untuk dia harus keluar, tapi dia lakukan demi sebuah manner. Tuhan telah menitipkan seorang anak laki-laki bernama Ketut Aditya Surya kepada seorang wanita hebat. Enggak semua orang mau memberikan tempat duduknya ke orang lain yang bahkan enggak dikenal. Mungkin aku agak berlebihan memuji manner dia, tapi memang manner dia patut diacungi jempol. Simple thing that show us who someone is..

“heh!” senggol Prisia yang tahu aku senyum-senyum sendiri sambil lihatin Adit.

“kece yaa” jawabku singkat diikuti anggukan kepala Prisia.

Dia hari ini enggak semangat karena si Vano enggak datang.

-------

Hari Selasa entah minggu keberapa, waktu itu, cuma ada sebaris bangku kosong dibagian belakang, Aku duduk di bangku kedua dari pojok dan Prisia bangku ketiga. Bangku pertama, keempat, dan seterusnya dibiarkan kosong. Satu mahasiswa datang menempati bangku keempat. Vano datang dibelakangnya menempati bangku kelima. Adit datang menempati bangku pertama.Dan hari itu hari paling konyol sedunia buat aku. Entah kekuatan apa yang dipakai Adit sampai tanganku bergetar dan dingin. Prisia yang disampingku cuma ketawa karena dia, satu-satunya yang tahu alasan tanganku bisa gemetaran dan dingin. Bukan, bukan karena kedinginan, melainkan ada Adit disebelahku. Hari Selasa terbaik yang pernah ada.

It's every little thing you do
That makes me fall in love with you
There isn't a way that I can show you
Ever since I've come to know you
Westlife – every little thing you do

Tuesday, June 17, 2014

guru juga manusia

image: www.travelandteachrecruiting.com

Akhirnya selesai juga ngolah raport!

Dari hari Sabtu kemarin, lihatnya cuma angka 11 mapel dikali 30 siswa.. setiap mapel itu ada beberapa nilai ulangan harian, beberapa nilai tugas, ulangan tengah semester, dan ulangan kenaikan kelas.. kebayang deh se-angka apa wajahku sekarang.. terima kasih banyak banget buat Bill Gates yang sudah menciptakan microsoft excel.. pekerjaanku jadi lebih ringan.. enggak kebayang banget sama guru-guru yang enggak bisa komputer buat ngolah nilai raport.. so manual.. masukin nilai satu-persatunya sih sama.. ngitung rata-rata2nya itu lho yang enggak isa aku bayangin.. rata-rata tiap pelajaran.. rata-rata raport tiap pelajaran.. rata-rata2 raport tiap siswa.. itu ditulis berulang-ulang banget.. terimakasih lagi untuk Bill Gates yang sudah menciptakan CTRL+C dan CTRL+V.. ditambah lagi kalau harus ngolah data siswa yang nilainya enggak layak masuk raport.. oke ini yang aku baru tahu gimana sih cara nilai kita muncul bagus dan jelek di raport.. aku cerita sedikit..

Jujur itu harus.. tapi kalau mau jujur, terlalu banyak siswa (pastinya) yang enggak bakal naik kelas di Indonesia.. karena sistem raport di Indonesia adalah siswa harus bagus di semua pelajaran.. contoh aja siswaku.. seluruh nilai kalau kemudian di-rata-rata itu melebihi KKM.. tapi ketika dilihat satu-persatu, ada beberapa pelajaran yang nilainya dibawah KKM.. jadi caranya ya nilai yang lebih-lebih itu diambil untuk mengisi nilai yang kurang.. dengan catatan rata-rata nilai siswa tersebut enggak berubah alias tetap.. cukup adil sih meskipun itu berarti membohongi kepintaran siswa.. Siswa jadi enggak tahu pelajaran mana yang menonjol dan mana yang enggak sehingga perlu diperbaiki.. tetapi kembali lagi ke syarat kenaikan kelas, selain melihat rata-rata nilai siswa, guru juga harus melihat jumlah nilai yang dibawah KKM.. aku enggak tahu sistem ini ada di seluruh sekolah atau hanya di sekolahku saja.. tapi kalau dipikir-pikir lagi, mungkin semua sekolah pakai sistem ini.. contohnya aku sendiri.. waktu SMA, aku buta fisika dan enggak tahu kenapa nilai fisikaku buat aku layak masuk jurusan IPA, meskipun seingatku, nilainya rendah.. mungkin nilai itu hasil pletrekan (bahasa di tempat aku ngajar sekarang untuk kegiatan mengolah nilai siswa)..

Terlepas dari itu semua, aku salut banget buat guru-guru yang meskipun setiap hari marah-marah di kelas, tetapi tetap stres ketika harus mengolah nilai raport.. aku memuji bukan karena aku juga seorang guru, tapi aku benar-benar merasa bersalah jadi siswa bandel waktu sekolah dulu.. enggak bawa buku paket (dari SD sampe SMA, Nurina tahu banget habitku ini, siswaku sekarang juga ada yang kaya gini), enggak ngerjain PR (yang aku ingat aku enggak pernah ngerjain PR kimia bareng Nurina, dan siswaku pun juga ada yang kaya gini), enggak ndengerin guru (SMP, pelajaran bahasa indonesia, aku jadi siswa paling badung waktu itu karna hobiku dan teman sekelas itu ngakali guru bahasa indonesia, dan siswaku ada juga yang enggak ndengerin waktu dijelasin), ngerjakan PR di sekolah (kalau ini kebanyakan bukan karna aku malas, tapi karna enggak isa, oke sebenernya no excuse, dan siswaku pun juga sama).. skip buka kartu, back to salute to guru..
Dari hari Sabtu kemarin, guru-guru sudah mulai stres karena nilai siswanya tidak mencukupi syarat (termasuk aku).. aku pribadi berpikir enggak adil banget siswa enggak naik hanya karena nilai fisik mereka jelek tanpa ada pertimbangan lain seperti attitude.. ada guru yang enggak bisa tidur karena harus dengan terpaksa tidak menaikkan siswanya.. ada guru yang sampai sakit karena ada siswa yang nilainya sangat minim.. ada guru yang harus solat istikharah untuk meminta petunjuk siswanya itu naik atau tidak.. ada guru yang sampai mendatangkan orangtua siswa untuk berdiskusi tentang siswa calon tidak naik itu.. iya kawan.. aku benar-benar baru tahu, guru itu sampai kaya gitu (atau mungkin cuma tempat aku kerja?)

Itu baru guru yang siswanya naik kelas.. pernah kebayang enggak sih guru kelas akhir? Memikirkan ujian siswanya.. guru kelas 6 di tempatku sampai tensi darahnya rendah dan jatuh sakit.. guru kelas 6 satunya sampai enggak doyan makan..

aku?  Aku masih tahap di guru yang siswanya naik kelas.. dan keadaanku? Tidurku nyenyak, aku tetap sehat, dan aku enggak perlu solat istikharah, tapi aku jadi galau dan emosian hari-hari ini.. bangun tidur, naik motor, masuk gerbang sekolah, mikir satu siswa istimewaku yang nilainya ampun Tuhan deh.. masuk kelas cuma liatin siswaku itu yang emang cara belajar dia itu jalan-jalan dan klotekan meja, tapi buat siswa lain terganggu, bahkan sampai ada orangtua yang sms langsung nyuruh menjauhkan anaknya dari siswa istimewaku itu.. nilai harian dia standar, enggak bagus banget, tapi juga enggak jelek banget.. dia cukup rajin mengerjakan PR.. bahkan kalau ada temennya yang enggak ngerjakan PR, atau ketika mengumpulkan, dia liat ada nomor yang masih kosong, dia langsung ambil PR itu dikasihkan lagi ke temennya, dimarahi, dan disuruhnya ngisi soal itu.. kalau kerja kelompok, dia kaya kipas angin, keliling-keliling ke kelompok lain dulu, baru setelah dimarahi ketua kelompoknya (sengaja aku pilih ketua yang galak buat dia), dia baru kembali ketempatnya, mengerjakan, dan ya nanti diulang-ulang lagi.. kalau mengerjakan tugas, tangan dia yang kiri selalu klotekan pukul-pukul meja dan dia menyanyi sedangkan tangan kanannya mengerjakan! Iya, nyanyi lagu jaman sekarang, kaya lagu yang ada di YKS (aku jarang nonton YKS, jadi kaget kalau dia nyanyi dangdut dengan lirik kaya gitu, dan ketika aku tanya dapat lagu kaya gitu dari mana, dia jawab YKS, iya, lagu-lagu di YKS sebagian besar aku dengar pertama kali dari siswa istimewaku ini).. bahkan dia pernah nyanyi lagu Geisha – lumpuhkan ingatanku.. aku dengar dari penyanyinya asli aja ngakak, apalagi dari siswa kelas 2 yang aku aja enggak yakin dia tahu arti kata lumpuh.. dia selalu ngece temannya kalau ketika tanya jawab, temannya enggak bisa jawab / jawabannya salah.. dia lebih suka mengerjakan tugas sambil dlosoran di lantai dibanding di meja.. dia jauh lebih rajin bawa buku dibanding aku dan bakal ngece temannya yang lupa bawa paket.. seingatku enggak pernah salah bawa bawa buku tulis.. dan ketika harus me-rata-rata nilai dia, nilai dia dibawah KKM.. jatuh di UKK.. enggak tahu kenapa, saat UKK, dia enggak serius mengerjakannya.. soal-soal mudahpun dijawab asal.. soal sulit yang hanya beberapa siswa benar, bisa dia kerjakan.. dan dengan banyak pertimbangan, setelah konsultasi 3 kali sama kepala sekolah, akhirnya, dia naik kelas.. lucky you special one :* semoga kamu jadi manusia berhasil di masa depan..

buat yang masih jadi siswa atau sudah mantan siswa, guru itu juga manusia.. jangan terlalu sering buat mereka stres, karena sadar atau enggak, kita, pasti pernah buat mereka stres.. aku yakin itu!

Saturday, June 14, 2014

loverevolution3

“aku yang itu”, aku dan Prisia berbisik bersamaan. Itu yang dimaksud adalah laki-laki yang baru masuk di kelas kuliah umum. Hari pertama masuk kelas di kuliah umum, yang pertama kali kita lihat bukan dosen kece yang pinter banget tapi tetap rendah hati, melainkan dua sosok laki-laki yang masuk kelas bersamaan. Dan Tuhan memang baik. Itu-nya aku dan itu-nya Prisia adalah dua orang yang berbeda. Itu-nya aku alias Adit adalah laki-laki yang berambut menutup telinga, t-shirt ditutup jaket yang lengannya dilipat sampai siku, celana jins gombrong, sandal, kacamata, wajah yang sedikit sendu, dengan tinggi sekitar 170cm. Itu-nya Prisia alias Vano adalah laki-laki berambut spike, shirt pendek garis, celana jins pensil, sepatu, dengan wajah sangat ceria. Mereka curi mataku dan Prisia di hari pertama kuliah umum.
Pertemuan berikutnya, cuma Adit yang datang. Dan pertemuan itu juga semakin membuat aku mabuk kepayang.
Hari itu, entah pakai kekuatan apa dosen sadar kalau jumlah mahasiswanya jauh lebih sedikit dibanding jumlah tandatangan di buku absen. Karena itu, dosen mengabsen layaknya cara absensi anak SD. Satu persatu mahasiswa kuliah umum dipanggil. Sampailah dosen panggil Stefanus Ekavano Kurniawan. Enggak ada yang angkat tangan.
“siapa yang tanda tangan di sini?” tanya Pak Chris.
Ada satu orang yang dengan tegas angkat tangan dan mengaku tandatangan di nama Vano. Pak Chris mengapresiasi kejujuran orang itu dengan enggak marah. Beliau cuma bilang perbuatan itu enggak diulang lagi. Orang itu yang enggak lain enggak bukan adalah Adit, sambil tertunduk mengatakan, “iya pak.”
I like you, I like everything about you
From your head to your toes
Even each of your small actions
Jay Park - Joah