Saturday, June 14, 2014

loverevolution3

“aku yang itu”, aku dan Prisia berbisik bersamaan. Itu yang dimaksud adalah laki-laki yang baru masuk di kelas kuliah umum. Hari pertama masuk kelas di kuliah umum, yang pertama kali kita lihat bukan dosen kece yang pinter banget tapi tetap rendah hati, melainkan dua sosok laki-laki yang masuk kelas bersamaan. Dan Tuhan memang baik. Itu-nya aku dan itu-nya Prisia adalah dua orang yang berbeda. Itu-nya aku alias Adit adalah laki-laki yang berambut menutup telinga, t-shirt ditutup jaket yang lengannya dilipat sampai siku, celana jins gombrong, sandal, kacamata, wajah yang sedikit sendu, dengan tinggi sekitar 170cm. Itu-nya Prisia alias Vano adalah laki-laki berambut spike, shirt pendek garis, celana jins pensil, sepatu, dengan wajah sangat ceria. Mereka curi mataku dan Prisia di hari pertama kuliah umum.
Pertemuan berikutnya, cuma Adit yang datang. Dan pertemuan itu juga semakin membuat aku mabuk kepayang.
Hari itu, entah pakai kekuatan apa dosen sadar kalau jumlah mahasiswanya jauh lebih sedikit dibanding jumlah tandatangan di buku absen. Karena itu, dosen mengabsen layaknya cara absensi anak SD. Satu persatu mahasiswa kuliah umum dipanggil. Sampailah dosen panggil Stefanus Ekavano Kurniawan. Enggak ada yang angkat tangan.
“siapa yang tanda tangan di sini?” tanya Pak Chris.
Ada satu orang yang dengan tegas angkat tangan dan mengaku tandatangan di nama Vano. Pak Chris mengapresiasi kejujuran orang itu dengan enggak marah. Beliau cuma bilang perbuatan itu enggak diulang lagi. Orang itu yang enggak lain enggak bukan adalah Adit, sambil tertunduk mengatakan, “iya pak.”
I like you, I like everything about you
From your head to your toes
Even each of your small actions
Jay Park - Joah