Aku dan
Prisia paling semangat kalau hari Selasa, karena hari itu, kita bisa lihat
Adit dan Vano.
Dosen sudah
masuk kelas dan semua mahasiswa sudah ada ditempat duduk masing-masing.
Tiba-tiba ada satu mahasiswi terlambat, enggak kebagian tempat duduk. Aku lihat Adit keluar dari bangkunya, memberikan bangkunya ke mahasiswi terlambat
itu, dia keluar kelas, ambil kursi lagi, dan duduk.. Posisi duduk dia yang di
tengah, diantara mahasiswa lain, yang cukup ribet untuk dia harus keluar, tapi
dia lakukan demi sebuah manner. Tuhan telah menitipkan seorang anak laki-laki
bernama Ketut Aditya Surya kepada seorang wanita hebat. Enggak semua orang mau memberikan tempat duduknya ke orang lain yang bahkan enggak dikenal. Mungkin
aku agak berlebihan memuji manner dia, tapi memang manner dia patut diacungi
jempol. Simple thing that show us who someone is..
“heh!”
senggol Prisia yang tahu aku senyum-senyum sendiri sambil lihatin Adit.
“kece yaa”
jawabku singkat diikuti anggukan kepala Prisia.
Dia hari ini
enggak semangat karena si Vano enggak datang.
-------
Hari Selasa
entah minggu keberapa, waktu itu, cuma ada sebaris bangku kosong dibagian
belakang, Aku duduk di bangku kedua dari pojok dan Prisia bangku ketiga.
Bangku pertama, keempat, dan seterusnya dibiarkan kosong. Satu mahasiswa datang
menempati bangku keempat. Vano datang dibelakangnya menempati bangku kelima.
Adit datang menempati bangku pertama.Dan hari itu hari paling konyol sedunia
buat aku. Entah kekuatan apa yang dipakai Adit sampai tanganku bergetar dan
dingin. Prisia yang disampingku cuma ketawa karena dia, satu-satunya yang tahu
alasan tanganku bisa gemetaran dan dingin. Bukan, bukan karena
kedinginan, melainkan ada Adit disebelahku. Hari Selasa terbaik yang pernah
ada.
It's every little thing you do
That makes me fall in love with you
There isn't a way that I can show you
Ever since I've come to know you
Westlife – every little thing you do