![]() |
| image: www.travelandteachrecruiting.com |
Akhirnya selesai juga ngolah raport!
Dari hari Sabtu kemarin, lihatnya cuma angka 11 mapel dikali
30 siswa.. setiap mapel itu ada beberapa nilai ulangan harian, beberapa nilai
tugas, ulangan tengah semester, dan ulangan kenaikan kelas.. kebayang deh
se-angka apa wajahku sekarang.. terima kasih banyak banget buat Bill Gates yang
sudah menciptakan microsoft excel.. pekerjaanku jadi lebih ringan.. enggak
kebayang banget sama guru-guru yang enggak bisa komputer buat ngolah nilai
raport.. so manual.. masukin nilai satu-persatunya sih sama.. ngitung
rata-rata2nya itu lho yang enggak isa aku bayangin.. rata-rata tiap pelajaran..
rata-rata raport tiap pelajaran.. rata-rata2 raport tiap siswa.. itu ditulis
berulang-ulang banget.. terimakasih lagi untuk Bill Gates yang sudah
menciptakan CTRL+C dan CTRL+V.. ditambah lagi kalau harus ngolah data siswa
yang nilainya enggak layak masuk raport.. oke ini yang aku baru tahu gimana sih
cara nilai kita muncul bagus dan jelek di raport.. aku cerita sedikit..
Jujur itu harus.. tapi kalau mau jujur, terlalu banyak siswa
(pastinya) yang enggak bakal naik kelas di Indonesia.. karena sistem raport di
Indonesia adalah siswa harus bagus di semua pelajaran.. contoh aja siswaku..
seluruh nilai kalau kemudian di-rata-rata itu melebihi KKM.. tapi ketika
dilihat satu-persatu, ada beberapa pelajaran yang nilainya dibawah KKM.. jadi
caranya ya nilai yang lebih-lebih itu diambil untuk mengisi nilai yang kurang..
dengan catatan rata-rata nilai siswa tersebut enggak berubah alias tetap..
cukup adil sih meskipun itu berarti membohongi kepintaran siswa.. Siswa jadi
enggak tahu pelajaran mana yang menonjol dan mana yang enggak sehingga perlu
diperbaiki.. tetapi kembali lagi ke syarat kenaikan kelas, selain melihat
rata-rata nilai siswa, guru juga harus melihat jumlah nilai yang dibawah KKM..
aku enggak tahu sistem ini ada di seluruh sekolah atau hanya di sekolahku
saja.. tapi kalau dipikir-pikir lagi, mungkin semua sekolah pakai sistem ini..
contohnya aku sendiri.. waktu SMA, aku buta fisika dan enggak tahu kenapa nilai
fisikaku buat aku layak masuk jurusan IPA, meskipun seingatku, nilainya
rendah.. mungkin nilai itu hasil pletrekan
(bahasa di tempat aku ngajar sekarang untuk kegiatan mengolah nilai siswa)..
Terlepas dari itu semua, aku salut banget buat guru-guru
yang meskipun setiap hari marah-marah di kelas, tetapi tetap stres ketika harus
mengolah nilai raport.. aku memuji bukan karena aku juga seorang guru, tapi aku
benar-benar merasa bersalah jadi siswa bandel waktu sekolah dulu.. enggak bawa
buku paket (dari SD sampe SMA, Nurina tahu banget habitku ini, siswaku sekarang
juga ada yang kaya gini), enggak ngerjain PR (yang aku ingat aku enggak pernah
ngerjain PR kimia bareng Nurina, dan siswaku pun juga ada yang kaya gini),
enggak ndengerin guru (SMP, pelajaran bahasa indonesia, aku jadi siswa paling
badung waktu itu karna hobiku dan teman sekelas itu ngakali guru bahasa indonesia, dan siswaku ada juga yang enggak
ndengerin waktu dijelasin), ngerjakan PR di sekolah (kalau ini kebanyakan bukan
karna aku malas, tapi karna enggak isa, oke sebenernya no excuse, dan siswaku
pun juga sama).. skip buka kartu, back to salute to guru..
Dari hari Sabtu kemarin, guru-guru sudah mulai stres karena
nilai siswanya tidak mencukupi syarat (termasuk aku).. aku pribadi berpikir
enggak adil banget siswa enggak naik hanya karena nilai fisik mereka jelek
tanpa ada pertimbangan lain seperti attitude.. ada guru yang enggak bisa tidur
karena harus dengan terpaksa tidak menaikkan siswanya.. ada guru yang sampai
sakit karena ada siswa yang nilainya sangat minim.. ada guru yang harus solat
istikharah untuk meminta petunjuk siswanya itu naik atau tidak.. ada guru yang
sampai mendatangkan orangtua siswa untuk berdiskusi tentang siswa calon tidak
naik itu.. iya kawan.. aku benar-benar baru tahu, guru itu sampai kaya gitu (atau
mungkin cuma tempat aku kerja?)
Itu baru guru yang siswanya naik kelas.. pernah kebayang
enggak sih guru kelas akhir? Memikirkan ujian siswanya.. guru kelas 6 di
tempatku sampai tensi darahnya rendah dan jatuh sakit.. guru kelas 6 satunya
sampai enggak doyan makan..
aku? Aku masih tahap
di guru yang siswanya naik kelas.. dan keadaanku? Tidurku nyenyak, aku tetap
sehat, dan aku enggak perlu solat istikharah, tapi aku jadi galau dan emosian
hari-hari ini.. bangun tidur, naik motor, masuk gerbang sekolah, mikir satu
siswa istimewaku yang nilainya ampun Tuhan deh.. masuk kelas cuma liatin siswaku
itu yang emang cara belajar dia itu jalan-jalan dan klotekan meja, tapi buat siswa lain terganggu, bahkan sampai ada
orangtua yang sms langsung nyuruh menjauhkan anaknya dari siswa istimewaku
itu.. nilai harian dia standar, enggak bagus banget, tapi juga enggak jelek
banget.. dia cukup rajin mengerjakan PR.. bahkan kalau ada temennya yang enggak
ngerjakan PR, atau ketika mengumpulkan, dia liat ada nomor yang masih kosong,
dia langsung ambil PR itu dikasihkan lagi ke temennya, dimarahi, dan disuruhnya
ngisi soal itu.. kalau kerja kelompok, dia kaya kipas angin, keliling-keliling
ke kelompok lain dulu, baru setelah dimarahi ketua kelompoknya (sengaja aku
pilih ketua yang galak buat dia), dia baru kembali ketempatnya, mengerjakan,
dan ya nanti diulang-ulang lagi.. kalau mengerjakan tugas, tangan dia yang kiri
selalu klotekan pukul-pukul meja dan dia menyanyi sedangkan tangan kanannya
mengerjakan! Iya, nyanyi lagu jaman sekarang, kaya lagu yang ada di YKS (aku
jarang nonton YKS, jadi kaget kalau dia nyanyi dangdut dengan lirik kaya gitu,
dan ketika aku tanya dapat lagu kaya gitu dari mana, dia jawab YKS, iya,
lagu-lagu di YKS sebagian besar aku dengar pertama kali dari siswa istimewaku
ini).. bahkan dia pernah nyanyi lagu Geisha – lumpuhkan ingatanku.. aku dengar
dari penyanyinya asli aja ngakak,
apalagi dari siswa kelas 2 yang aku aja enggak yakin dia tahu arti kata
lumpuh.. dia selalu ngece temannya
kalau ketika tanya jawab, temannya enggak bisa jawab / jawabannya salah.. dia
lebih suka mengerjakan tugas sambil dlosoran
di lantai dibanding di meja.. dia jauh lebih rajin bawa buku dibanding aku
dan bakal ngece temannya yang lupa bawa paket.. seingatku enggak pernah salah
bawa bawa buku tulis.. dan ketika harus me-rata-rata nilai dia, nilai dia
dibawah KKM.. jatuh di UKK.. enggak tahu kenapa, saat UKK, dia enggak serius
mengerjakannya.. soal-soal mudahpun dijawab asal.. soal sulit yang hanya
beberapa siswa benar, bisa dia kerjakan.. dan dengan banyak pertimbangan,
setelah konsultasi 3 kali sama kepala sekolah, akhirnya, dia naik kelas.. lucky
you special one :* semoga kamu jadi manusia berhasil di masa depan..
buat yang masih jadi siswa atau sudah mantan siswa, guru itu
juga manusia.. jangan terlalu sering buat mereka stres, karena sadar atau
enggak, kita, pasti pernah buat mereka stres.. aku yakin itu!
