Saturday, August 24, 2013

kenangan yang indah..



Efek nonton film “bareng” mawa dan nuri jadi pengen ngomongin lagi.. pindho lagi bertapa..
Dari awal film diputar sampai terakhir film, isinya cuma “nyacat” ni film.. jelek sih ya kegiatan ini.. tapi aku yakin, nyacat kita karna kita iri sama hal-hal yang dilakuin di film ini.. oke.aku.yang.iri.
Gimana ga iri kalo isinya tentang jatuh cinta gitu.. antara kakak dan adik angkatan jurusan teknik dan ini yang bikin mawa mencak-mencak juga.. kata dia tu cerita memberi harapan palsu ke maba (mahasiswa baru), dan dia melanjutkan mencak-mencaknya: kuliah teknik tak seindah itu.. aku mah percaya-percaya aja secara mawa anak teknik..
Di awal cerita kita (aku) sebel sama sifat ceweknya yang jemek.. setelah itu kelakuan pemeran cewek dan cowok yang cipokan terus.. kita (aku, mawa dan nuri) tiba-tiba jadi kritikus pertelevisian paling alim sedunia: ngomong tentang tingkah laku yang jelek yang muncul di tv yang isa dicontoh anak-anak..  dan juga ngomongin jurusan dan makul yang ga match: ini cuma mawa yang mudeng..
Ga sampai di sini aja, kita juga salah fokus: nuri yang memulai dengan lebih kasihan sama ikan yang jatuh gara-gara akuarium dipecah sama pemeran cewek dibanding pemeran cewek itu sendiri yang diberi kabar langsung dari pacarnya kalo tu pacar udah tunangan tepat disaat si cewek ulang tahun.. aku yang lebih fokus ke style temen ceweknya.. mawa yang lebih fokus ke kacamata hitam di pemakaman daerah Jakarta..
Dan berakhir dengan sok bijaknya kita tentang cinta: semuanya akan berakhir, termasuk cinta, cinta yang indah sekalipun.. jadi ketika kamu mencintai, beri kenangan yang paling indah yang ga bakal terlupakan, dan tidak pernah ada penyesalan nantinya..
Semua memang akan berakhir.. aku juga pernah denger kalimat ini dari nuri.. lanjutan dari kalimat ini macem-macem, dan aku udah tau 2 lanjutan: termasuk penantian; termasuk cinta, yang indah sekalipun.. Cinta itu lebih spesifik dibanding penantian: penantian cinta ciiiiiiiiehhhh..
Menanti butuh kesabaran.. tapi dalam islam (ustadz yang bilang): manusia itu ga punya batas kesabaran, yang membatasi itu nafsu manusia itu sendiri.. yang apalah itu namanya, jadi aku ga bakal pake kalimat itu karena aku bukan cewek alim bingit.. aku mau mencoba melihat “menanti” dari sisi baik saja (hal yang jarang aku lakuin)
Ketika kita menanti, dan terus menanti, Tuhan akan memberikan yang kita nanti-nantikan itu.. tapi ga semua yang Tuhan beri sama seperti yang kita ingingkan.. tapi Tuhan jauuuuuh lebih tau apa yang kita butuh dibanding kita sendiri.. oke kalimat ini terlalu (sok) dalem banget.. pada intinya, tidak ada salahnya menanti apa yang kita percaya.. tapi Tuhan, pasti!, dengan caraNya, yang kadang kita sendiri ga (kurang) peka, akan memberikan yang terbaik buat kita.. tergantung cara kita menyikapinya.. yap, dan aku mulai bingung apa yang aku tulis barusan..
Temenku, rian, pernah bilang: Tuhan akan memberikan keindahan buat kita, tapi terserah Dia memberikan dalam bentuk cash/kredit..
Dan kita sebagai makhluk ciptaanNya yang paling sempurna hanya bisa menanti.. dan dalam menanti itu harus ada ikhtiar dan tawakal, berusaha dan berdoa..
*paragraf terakhir lebih ke nasehat khusus untuk penulis yang sedang galau*