Friday, September 13, 2013

Nyamuk, jeongmal gomawo..



di bangku favorit cafe Bangu, si Pinoy duduk melamun ditemani secangkir coklat jahe panas.. dia sibuk dengan dunia maya di dalam hapenya.. dia sedang sakit.. karena dia masih tergolong ababil, kesakitan itu dia tuangkan di salah satu dunia mayanya: “coklat panas, temeni aku yang lagi nggak enak badan ini yaa, plisss”
beberapa menit kemudian, Risa, mantan Pinoy paling bajingan datang, sendiri.. dia pesan kopi jahe, dan dia duduk di depan Pinoi, santai.. entah kecemasan jenis apa yang ada di pikiran Risa saat itu, saat dia tanya keadaan Pinoi.. Pinoi hanya diam, menjawab seperlunya, karena dia masih sakit dijadikan pelipur lara sesaat oleh Risa..
3 jam berlalu, bangku itu sunyi meskipun ada 2 orang yang duduk di sana.. hanya suara musik melo galau yang di putar.. entah dari mana datangnya, binatang penghisap darah menempel di pipi Risa.. kontan saja Pinoi memukul penghisap darah itu dan terlihat seperti menampar.. sungguh kejadian yang mengejutkan seluruh penghuni cafe.. si Riza dengan selidik bertanya: “niat banget ya mukul nyamuk.....” si Pinoy dengan santai menjawab: “iya! Ini, nyamuknya mati!” sambil memperlihatkan nyamuk yang sudah tidak berbentuk lagi..
Pipi Risa merah, sakit.. tapi tidak sesakit hati Pinoi..