di bangku favorit cafe Bangu, si Pinoy duduk melamun
ditemani secangkir coklat jahe panas.. dia sibuk dengan dunia maya di dalam
hapenya.. dia sedang sakit.. karena dia masih tergolong ababil, kesakitan
itu dia tuangkan di salah satu dunia mayanya: “coklat panas, temeni aku yang
lagi nggak enak badan ini yaa, plisss”
beberapa menit kemudian, Risa, mantan Pinoy paling bajingan datang,
sendiri.. dia pesan kopi jahe, dan dia duduk di depan Pinoi, santai.. entah
kecemasan jenis apa yang ada di pikiran Risa saat itu, saat dia tanya keadaan
Pinoi.. Pinoi hanya diam, menjawab seperlunya, karena dia masih sakit dijadikan
pelipur lara sesaat oleh Risa..
3 jam berlalu, bangku itu sunyi meskipun ada 2 orang yang
duduk di sana.. hanya suara musik melo galau yang di putar.. entah dari mana
datangnya, binatang penghisap darah menempel di pipi Risa.. kontan saja Pinoi
memukul penghisap darah itu dan terlihat seperti menampar.. sungguh kejadian
yang mengejutkan seluruh penghuni cafe.. si Riza dengan selidik bertanya: “niat
banget ya mukul nyamuk.....” si Pinoy dengan santai menjawab: “iya! Ini,
nyamuknya mati!” sambil memperlihatkan nyamuk yang sudah tidak berbentuk lagi..
Pipi Risa merah, sakit.. tapi tidak sesakit hati Pinoi..