go hye mi, seorang berbakat dalam bidang bernyanyi masuk di kelas admisi di sekolah kirin, sekolah pencipta para musisi.. kelas admisi adalah kelas dimana untuk mencapai titik teratas dalam bermusik sangat diragukan.. temannya yang berhasil masuk di kelas unggulan, sudah menuju puncak kesuksesan.. satu teman di kelas admisipun sama..
go hye mi awalnya marah, sedih, dan putus asa dengan apa yang dia jalani ini.. tetapi, gurunya bercerita dengan media tangan, bahwa apa yg sedang go hye mi alami ini masih berada dalam jangkauan rentang tangan dan belum serentangan tangan.. itu menjadi pilihan go hye mi untuk berhenti sampai di situ, atau melanjutkan kembali perjalanan hidupnya sampai satu rentang tangannya.. gurunya pun menambahkan bahwa dengan pelan2 mencapai satu rentangan tangan tadi, go hye mi akan bertemu banyak masalah, tapi kalau dia kuat, dia akan mampu mencapai satu rentangan tangan tadi..
dan apa yang dikatakan gurunya benar.. dia kuat, selalu berlatih dan berlatih, bersama seorang temannya yang belum berhasil juga.. sampai suatu ketika, dia mencapai satu rentangan tadi.. dia menyusul keberhasilan 2 temannya, dan itu berarti dia telah mencapai satu rentangan tangan dengan memuaskan sesuai apa yang dia mau, bukan orang lain mau..