Saturday, August 2, 2014

reflection

Perlu di catat ini ya: sebagai orang pelor (nempel molor), masih melek jam segini (3.41 AM waktu mulai nulis di laptop), tanpa ada rasa kantuk sedikitpun meskipun kepala udah nempel bantal, tanpa ada tugas, itu luar biasa *maaf berlebihan, tapi ini beneran!* Dan sepertinya caramel macchiato KFC yang bikin aku kayak gini! Setidaknya aku tahu harus kemana kalau ada banyak tugas *smirk*

Mumpung melek malem tanpa kerjaan *tiba-tiba ingat tugas nulis biodata siswa untuk absen yang males buat dikerjain sekarang*, nulis refleksi lebaran mungkin seru juga.

1. Banyak tontonan yang bikin aku nangis. Salah satunya, ada satu acara luar negeri, disiarin BBC, sopir bus di Inggris yang dikirim 10 hari (kalau enggak salah ingat) ke Filipina buat jadi sopir juga. Enggak cuma dikasih lihat perbedaan alat transportasi dari 2 negara aja, tapi juga dikasih lihat keadaan masyarakat Filipina kebanyakan, dan ternyata keadaan di Filipina enggak jauh beda dari Indonesia! Yang bikin enggak habis pikir dan bersyukur juga dengan keadaanku sekarang, ada jenis makanan, namanya Pag-Pag, yang dibuat dari bekas makanan orang lain. Cara buat makanan ini: makanan dari tempat sampah bekas fast food dikumpulin (contohnya tulang ayam yang dagingnya masih ada yang nempel), dicuci bersih, diambil daging atau bagian-bagian yang masih bisa dimakan (yang harusnya enggak layak), dimasak lagi, dan dijual di warung-warung. Dan yang bikin kaget, SEMUA orang yang makan itu tahu kalau makanan Pag-Pag itu makanan yang cara buatnya begitu itu. Bedanya sama Indonesia (sepengetahuanku) cuma masalah kamu tahu atau enggak itu makanan bekas. Dan orang Filipina yang makan itu pun juga dengan sukarela makan itu dan bayar, persis kayak makan di warteg gitu. Aku benar-benar bersyukur masih bisa makan makanan yang bukan bekas orang lain yang udah masuk tempat sampah.

2. Nonton Sang Pemimpi, film dari novel kedua Andrea Hirata. Ada 2 anak pelosok yang isa tembus kuliah di UI. Aku enggak tahu apa hebatnya UI, tapi pernah kebayang enggak sih, 2 anak dari pulau yang baru terkenal banget karena Laskar Pelangi (kayaknya :P) bisa kuliah di Jekardah JAMAN ITU? Dan mereka juga bisa dapat beasiswa ke Paris JAMAN ITU? Iya, aku enggak tahu apa-apa tentang 2 kota yang jadi tempat kuliah 2 anak pelosok di JAMAN ITU, tapi menurutku, itu keren! Dan kerennya lagi, mereka juga kerja, APA AJA, waktu SMA, di pulau Belitong sana! Enggak yang cetak, enggak yang visual, bikin nangis semua, dan itu buat aku ngrasa upil semut banget!

Cuma dua yang keingat. Sekian. *ambil tisu*