Perlu di catat ini ya: sebagai orang pelor (nempel molor),
masih melek jam segini (3.41 AM waktu mulai nulis di laptop), tanpa ada rasa kantuk sedikitpun
meskipun kepala udah nempel bantal, tanpa ada tugas, itu luar biasa *maaf
berlebihan, tapi ini beneran!* Dan sepertinya caramel macchiato KFC yang bikin
aku kayak gini! Setidaknya aku tahu harus kemana kalau ada banyak tugas *smirk*
Mumpung melek malem tanpa kerjaan *tiba-tiba ingat tugas
nulis biodata siswa untuk absen yang males buat dikerjain sekarang*, nulis
refleksi lebaran mungkin seru juga.
1. Banyak tontonan yang bikin aku nangis. Salah satunya, ada
satu acara luar negeri, disiarin BBC, sopir bus di Inggris yang dikirim 10 hari
(kalau enggak salah ingat) ke Filipina buat jadi sopir juga. Enggak cuma
dikasih lihat perbedaan alat transportasi dari 2 negara aja, tapi juga dikasih
lihat keadaan masyarakat Filipina kebanyakan, dan ternyata keadaan di Filipina
enggak jauh beda dari Indonesia! Yang bikin enggak habis pikir dan bersyukur
juga dengan keadaanku sekarang, ada jenis makanan, namanya Pag-Pag, yang dibuat
dari bekas makanan orang lain. Cara buat makanan ini: makanan dari tempat
sampah bekas fast food dikumpulin (contohnya tulang ayam yang dagingnya masih
ada yang nempel), dicuci bersih, diambil daging atau bagian-bagian yang masih
bisa dimakan (yang harusnya enggak layak), dimasak lagi, dan dijual di
warung-warung. Dan yang bikin kaget, SEMUA orang yang makan itu tahu kalau
makanan Pag-Pag itu makanan yang cara buatnya begitu itu. Bedanya sama
Indonesia (sepengetahuanku) cuma masalah kamu tahu atau enggak itu makanan
bekas. Dan orang Filipina yang makan itu pun juga dengan sukarela makan itu dan
bayar, persis kayak makan di warteg gitu. Aku benar-benar bersyukur masih bisa
makan makanan yang bukan bekas orang lain yang udah masuk tempat sampah.
2. Nonton Sang Pemimpi, film dari novel kedua Andrea Hirata.
Ada 2 anak pelosok yang isa tembus kuliah di UI. Aku enggak tahu apa hebatnya
UI, tapi pernah kebayang enggak sih, 2 anak dari pulau yang baru terkenal
banget karena Laskar Pelangi (kayaknya :P) bisa kuliah di Jekardah JAMAN ITU?
Dan mereka juga bisa dapat beasiswa ke Paris JAMAN ITU? Iya, aku enggak tahu
apa-apa tentang 2 kota yang jadi tempat kuliah 2 anak pelosok di JAMAN ITU, tapi
menurutku, itu keren! Dan kerennya lagi, mereka juga kerja, APA AJA, waktu SMA,
di pulau Belitong sana! Enggak yang cetak, enggak yang visual, bikin nangis
semua, dan itu buat aku ngrasa upil semut banget!
Cuma dua yang keingat. Sekian. *ambil tisu*